Untuk Organisasi

Peer Support Group

Workshop psikologis interaktif 3 jam untuk menyiapkan talenta baru menghadapi dunia kerja.

Durasi / Format
3 jam · onsite / online
Untuk
Talenta baru · Program pre-joining · Tim HR & People
Penyelenggaraan
Onsite / online · 3 jam per sesi · 5 sesi + break
Sekelompok orang berfoto bersama sambil menyilangkan tangan memeluk diri sendiri, dengan layar bertuliskan World Mental Health Month di meja depan mereka.

Masalahnya

Memulai karier butuh lebih dari sekadar kesiapan teknis

Program onboarding umumnya menyiapkan hard skill, pemahaman prosedur, dan target perusahaan. Ketiganya penting, dan ketiganya tidak menjawab apa yang paling sering membuat talenta baru goyah di bulan-bulan pertama.

Yang menentukan justru kesiapan psikologis: mengenali batasan diri, menjaga kepala tetap dingin di bawah tekanan, lentur menghadapi perubahan, dan berani meminta bantuan sebelum masalahnya membesar.

  • Self-awareness, mengenali batasan diri sendiri
  • Emotional readiness, kesiapan mental di bawah tekanan
  • Adaptability dan resilience, daya lenting menghadapi perubahan
  • Kemampuan komunikasi dan meminta bantuan

Yang dibawa pulang

Lima kemampuan yang peserta bawa kembali ke tempat kerja

Urutannya bukan daftar, melainkan satu alur: mengenali, memberi jeda, merespons, menyesuaikan diri, lalu bertumbuh.

Aware

Mengenali sinyal stres personal dan respons tubuh sejak dini, sebelum menumpuk jadi beban.

Pause

Mampu memberi jeda kesadaran sebelum merespons tekanan tinggi, bukan bereaksi seketika.

Respond

Mengembangkan komunikasi suportif bersama tim lewat active listening dan validasi.

Adapt

Merespons perubahan lingkungan secara sehat dengan psychological flexibility.

Grow

Membangun daya lenting lewat penyusunan Personal Action Plan yang dipakai setelah sesi selesai.

Perjalanan workshop 3 jam

Dirancang padat, interaktif, dan tepat sasaran.

Check In & Workplace Readiness

00:00 - 00:30
  • Memahami beban psikologis transisi: Peserta memetakan apa yang berubah saat masuk dunia kerja, dan apa yang terasa berat dari perubahan itu.

Hasil: Peserta punya bahasa untuk menamai kondisinya sendiri.

Stress, Pressure & Emotional Signal

00:30 - 01:15
  • Mengenali transisi tekanan menuju burnout: Membedah early warning signs, tanda-tanda yang biasanya terlewat karena dianggap wajar.

Hasil: Peserta tahu tanda pribadinya sendiri, bukan tanda umum.

Pause Before React

01:15 - 02:00
  • Membedah siklus respons otomatis: Memetakan pola pikiran dan emosi otomatis ketika berhadapan dengan tekanan.
  • Mempraktikkan STOP Technique: Latihan langsung memberi jeda kesadaran sebelum bereaksi secara emosional.

Hasil: Satu teknik yang bisa dipakai di hari kerja berikutnya.

Break & Transition

02:00 - 02:15
  • Jeda 15 menit: Istirahat dan peralihan sebelum sesi praktik komunikasi.

Safe Communication & Support

02:15 - 02:45
  • Membangun psychological safety dalam tim: Simulasi komunikasi mikro: active listening, paraphrasing, dan validasi, dilatih berpasangan.

Hasil: Peserta pernah mempraktikkannya, bukan sekadar mengetahuinya.

Personal Action Plan & Closing

02:45 - 03:00
  • Menyusun komitmen adaptasi mandiri: Pengisian worksheet berisi langkah nyata menjaga kesehatan mental setelah workshop selesai.

Hasil: Peserta pulang membawa rencana tertulis miliknya sendiri.

Bukan sekadar teori, peserta aktif berlatih

Enam bentuk aktivitas yang mengisi tiga jam tersebut.

Quick Emotional Check-in

Refleksi cepat dengan metode Traffic Light untuk memetakan kondisi energi dan kesiapan mental.

Case Discussion

Diskusi berbasis kasus nyata di awal karier: ekspektasi tinggi, deadline, dan ketidakpastian.

Trigger dan Reaction Mapping

Membedah pola pikiran dan emosi otomatis ketika berhadapan dengan tekanan.

STOP Technique Practice

Latihan praktis memberi jeda kesadaran sebelum bereaksi secara emosional.

Safe Response Roleplay

Simulasi berpasangan melatih micro-skills: active listening, paraphrasing, dan validasi.

Personal Action Plan

Pengisian worksheet mandiri untuk merencanakan langkah nyata menjaga kesehatan mental.

Dipandu psikolog, berpusat pada peserta

Setiap sesi dipimpin seorang Psikolog Utama sebagai lead facilitator, yang membuka dan memandu keseluruhan alur, memberikan psychoeducation, memfasilitasi diskusi besar, dan menjaga standar proses psikologisnya.

Di sampingnya berdiri Psikolog Pendamping yang mendampingi dinamika kelompok kecil secara langsung. Jumlahnya menyesuaikan total kehadiran peserta, dengan komitmen rasio maksimal satu Psikolog Pendamping untuk sepuluh peserta.

Rasio itu bukan angka administratif. Ia yang menentukan apakah setiap orang benar-benar mendapat ruang aman untuk berbicara, atau hanya duduk menyimak sampai sesi selesai.

  • Psikolog Utama membuka dan memandu keseluruhan alur workshop
  • Psikolog Pendamping mengobservasi respons emosional tiap peserta
  • Rasio kualitas maksimal 1 Psikolog Pendamping untuk 10 peserta
  • Setiap individu mendapat ruang aman untuk berpartisipasi

Satu sesi workshop, semua kebutuhannya sudah di dalamnya

Jumlah Psikolog Pendamping otomatis disesuaikan dengan total kehadiran peserta. Investasi program disusun per organisasi, silakan hubungi kami untuk penawarannya.

  • Psikolog Utama sebagai lead facilitator
  • Psikolog Pendamping sebagai assistant facilitator, jumlahnya menyesuaikan peserta
  • Desain dan fasilitasi interactive workshop
  • Materi dan modul workshop
  • Worksheet Personal Reflection dan Action Plan
  • Perlengkapan aktivitas peserta

Siapkan langkah awal yang bermakna bagi talenta masa depan Anda

Ceritakan jumlah peserta dan waktu yang Anda rencanakan. Kami susun agenda dan komposisi fasilitatornya, lalu kirimkan penawarannya.

Dengan mendaftar, Anda setuju dihubungi tim Relasi Diri terkait program ini. Setelah mengirim, Anda akan diarahkan ke WhatsApp tim kami.

Personal / KonselingBisnis / Organisasi