Aware
Mengenali sinyal stres personal dan respons tubuh sejak dini, sebelum menumpuk jadi beban.
Kami memakai cookie analitik untuk memahami performa situs. Statistik pengunjung anonim tetap kami kumpulkan tanpa cookie.
Untuk Organisasi
Workshop psikologis interaktif 3 jam untuk menyiapkan talenta baru menghadapi dunia kerja.

Masalahnya
Program onboarding umumnya menyiapkan hard skill, pemahaman prosedur, dan target perusahaan. Ketiganya penting, dan ketiganya tidak menjawab apa yang paling sering membuat talenta baru goyah di bulan-bulan pertama.
Yang menentukan justru kesiapan psikologis: mengenali batasan diri, menjaga kepala tetap dingin di bawah tekanan, lentur menghadapi perubahan, dan berani meminta bantuan sebelum masalahnya membesar.
Yang dibawa pulang
Urutannya bukan daftar, melainkan satu alur: mengenali, memberi jeda, merespons, menyesuaikan diri, lalu bertumbuh.
Mengenali sinyal stres personal dan respons tubuh sejak dini, sebelum menumpuk jadi beban.
Mampu memberi jeda kesadaran sebelum merespons tekanan tinggi, bukan bereaksi seketika.
Mengembangkan komunikasi suportif bersama tim lewat active listening dan validasi.
Merespons perubahan lingkungan secara sehat dengan psychological flexibility.
Membangun daya lenting lewat penyusunan Personal Action Plan yang dipakai setelah sesi selesai.
Dirancang padat, interaktif, dan tepat sasaran.
Hasil: Peserta punya bahasa untuk menamai kondisinya sendiri.
Hasil: Peserta tahu tanda pribadinya sendiri, bukan tanda umum.
Hasil: Satu teknik yang bisa dipakai di hari kerja berikutnya.
Hasil: Peserta pernah mempraktikkannya, bukan sekadar mengetahuinya.
Hasil: Peserta pulang membawa rencana tertulis miliknya sendiri.
Enam bentuk aktivitas yang mengisi tiga jam tersebut.
Refleksi cepat dengan metode Traffic Light untuk memetakan kondisi energi dan kesiapan mental.
Diskusi berbasis kasus nyata di awal karier: ekspektasi tinggi, deadline, dan ketidakpastian.
Membedah pola pikiran dan emosi otomatis ketika berhadapan dengan tekanan.
Latihan praktis memberi jeda kesadaran sebelum bereaksi secara emosional.
Simulasi berpasangan melatih micro-skills: active listening, paraphrasing, dan validasi.
Pengisian worksheet mandiri untuk merencanakan langkah nyata menjaga kesehatan mental.
Setiap sesi dipimpin seorang Psikolog Utama sebagai lead facilitator, yang membuka dan memandu keseluruhan alur, memberikan psychoeducation, memfasilitasi diskusi besar, dan menjaga standar proses psikologisnya.
Di sampingnya berdiri Psikolog Pendamping yang mendampingi dinamika kelompok kecil secara langsung. Jumlahnya menyesuaikan total kehadiran peserta, dengan komitmen rasio maksimal satu Psikolog Pendamping untuk sepuluh peserta.
Rasio itu bukan angka administratif. Ia yang menentukan apakah setiap orang benar-benar mendapat ruang aman untuk berbicara, atau hanya duduk menyimak sampai sesi selesai.
Jumlah Psikolog Pendamping otomatis disesuaikan dengan total kehadiran peserta. Investasi program disusun per organisasi, silakan hubungi kami untuk penawarannya.
Ceritakan jumlah peserta dan waktu yang Anda rencanakan. Kami susun agenda dan komposisi fasilitatornya, lalu kirimkan penawarannya.